Spiritual

Assalamu ‘alaikum,

Peristiwa ini saya alami 3 bulan lalu itu pada hari Jumat. Pada saat itu kondisi keuangan saya sedang sangat kritis karena saldo di semua tabungan saya sudah sampai angka minimal. Saya mempunyai tiga rekening aktif, yaitu Bukopin, Bukopin Syariah dan Danamon. Sebelum peristiwa hari Jumat tersebut, saya sudah cek di masing-masing tabungan saldonya sudah mencapai angka minimal dan tidak bisa ditarik lagi. Sehingga untuk kebutuhan sehari-hari, tinggal uang yang ada di dompet yang jumlahnya pun pas-pasan.

Di tengah situasi sulit seperti itu tiba-tiba saya mendapat SMS dari isteri saya yang memberitahukan bahwa kami mendapat surat peringatan dari PLN karena menunggak. Dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata tunggakannya sudah sampai empat bulan! Astaghfirullah! Saya memekik dalam hati. Koq bisa? Sulit saya mempercayai isi SMS itu karena selama ini tidak ada pemberitahuan atau peringatan apa-apa baik dari Bank maupun dari PLN. Kenapa bisa sampai empat bulan? Selama ini pembayaran listrik dilakukan secara autodebet dari tabungan Bukopin. Setiap awal bulan saya selalu setor ke tabungan Bukopin untuk pembayaran cicilan rumah dan tagihan listrik. Biasanya setiap akhir bulan saya mengambil bukti pembayaran listrik di Bank Bukopin. Tapi selama empat bulan terakhir (Februari – Mei), saya memang belum sempat ke Bank Bukopin untuk mengambil bukti pembayaran tersebut. Pernah sekali mau ambil, tapi karena antre lama akhirnya saya batalkan dan tidak saya ambil lagi sampai akhirnya saya menerima surat peringatan tersebut.

Dengan hati yang galau dan perasaan bingung, saya pulang untuk mengambil surat peringatan PLN itu. Ternyata di surat itu sudah dibubuhi tanda tangan isteri saya yang menyanggupi untuk melunasinya hari Jumat itu juga. Jika tidak terbayar, maka jaringan listrik akan diputus. Saat itu langsung terbayang dalam pikiran saya kesulitan yang bakal menghadang. Saya harus pergi ke Bank Bukopin untuk klarifikasi, kemudian mencari pinjaman uang yang jumlahnya lebih dari Rp 400.000 yang pasti tidak mudah karena tanggal tua. Setelah itu saya juga harus ke kantor PLN untuk melakukan pembayaran dan melaporakan bahwa kewajiban sudah dipenuhi.

Tiba-tiba di tengah perjalanan, ketika berhenti di sebuah lampu merah, saya teringat ilmu yang saya pelajari di buku QI dan Zona Ikhlas. Seketika itu juga saya ikhlaskan masalah saya kepada Allah SWT. Saya ucapkan dalam hati saya: ”Ya Allah, aku ikhlas atas apa yang sedang terjadi. Aku ikhlaskan masalah ini pada-Mu dan menerima apapun akibat yang harus aku hadapi. Seketika itu hati saya bisa lebih tenang dan akhirnya tiba di kantor Bukopin dengan perasaan lapang.

Saya langsung dilayani oleh seorang staf dan kepadanya saya mengutarakan masalah saya. Staf tersebut langsung mengecek data di komputernya dan memang terlihat bahwa setoran listrik saya masih kosong selama empat bulan. Menurut staf tersebut, hal ini terjadi karena saldo tabungan saya sudah terpotong untuk cicilan rumah dan tidak cukup lagi untuk membayar tagihan listrik. Saya sempat menanyakan kenapa selama empat bulan itu tidak ada pemberitahuan sehingga saya bisa tambah setorannya. Menurut staf tersebut, selama ini pihak bank memang tidak pernah langsung menghubungi pelanggan sehubungan dengan pembayaran listrik.

Beberapa menit kemudian datang seorang staf lain yang saya kenal ketika saya mengambil kredit beberapa tahun lalu. Namanya Pak Navis. ”Ada apa pak Gun?”, tanya Pak Navis. Setelah saya jelaskan, kemudian Pak Navis mengusulkan kepada staf tadi untuk membebaskan saldo minimal saya supaya bisa ditarik. Saldo minimal itu seharusnya tidak boleh ditarik sebagai syarat pengambilan kredit rumah. Pak Navis menyarankan untuk menghubungi staf bagian kredit rumah, supaya saldo minimal saya di-loss-kan agar bisa ditarik untuk membayar listrik. Dengan demikian saldo minimal saya akan berkurang. Sebelum usulan itu disampaikan ke staf kredit, mendadak Pak Navis minta kepada staf yang melayani saya untuk mencetak transaksi terakhir di buku tabungan untuk dilaporkan ke staf bagian kredit rumah sebagai bahan pertimbangan.

Namun setelah dicetak, apa yang terjadi? Ternyata di buku tabungan saya sudah tercetak transaksi pembayaran listrik selama empat bulan! Padahal ketika dicek beberapa menit lalu masih kosong. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata saldo minimal saya masih utuh, tidak berkurang satu sen pun. Subhanallah! Maha Suci Engkau ya Allah, yang telah menjawab permintaan hamba-Mu secara spontan. Ketika masuk ke mobil spontan saya menitikkan air mata. Ternyata memang benar, keikhlasan akan mempermudah urusan kita dan mengatasi masalah tanpa kita harus bersusah payah.

Saya merenung dalam hati, kalaulah itu merupakan kesalahan dari pihak Bank atau PLN, paling tidak saya sudah mendapatkan kemudahan dalam urusan saya. Masalah saya yang semula saya anggap sulit dan merepotkan, ternyata selesai saat itu juga secara tuntas, tanpa harus hutang, tanpa harus mengurangi saldo minimal! Bonusnya, saya tidak perlu lagi repot-repot lapor ke kantor PLN karena Pak Navis dengan suka rela membantu saya untuk menghubungi PLN. Subhanallah, It’s a Miracle.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: